Kandungan dari Kitab Primbon Jawa, Mitos atau Nyata ?

Kandungan dari Kitab Primbon Jawa - Di jaman yang serba modern seperti saat ini, sudah banyak yang lupa bahkan tidak tahu tentang makna dan kandungan dari isi Kitab Primbon Jawa. Tiap kali saya menyinggung kata Primbon ke teman-teman saya, hampir 90% dari mereka tidak pernah mengenal apa itu Primbon, dan 10% dari mereka tahu tapi tidak mengerti isi dari kitab Primbon tersebut.

Saya sendiri masih menyimpan kitab Primbon Bataljemur Adammakna yang saya dapatkan dari kakek saat umur saya masih 13 tahun. Tepatnya 10 hari sebelum beliau meninggal dunia. Sampul dan sebagian halaman nya sudah hilang entah kemana. Untuk isi dari Kitab tersebut sebagian besar membahas tentang pedoman hidup dan perjodohan bedasarkan penaggalan Jawa. Sebagian ditulis dengan bahasa Jawa Kromo Alus (Jawa Kuno) dan sebagian nya lagi ditulis dengan Aksara Jawa. Seperti ini penampakannya.

Kandungan dari Kitab Primbon Jawa

Berbicara tentang kandungan dari isi kitab Primbon sendiri, masih banyak yang percaya dan tidak percaya. Dan jika kamu bertanya Mitos atau Nyata ? jawaban saya adalah keduanya salah. Kandungan dari isi kitab Primbon bukanlah mitos dan juga bukanlah hal yang nyata. Tapi dari yang saya pelajari selama ini, Kitab ini berisi tentang pesan dan pedoman kepada manusia untuk mencapai hidup yang lebih baik.

Bukan seperti kebanyakan orang yang mempercayainya seperti halnya inilah penentu hidup mereka. Padahal jelas-jelas ditulis di kitab ini bahwasannya segala sesuatu yang terjadi di dalam hidup manusia dan alam semesta sudah diatur oleh Gusti Allah (Tuhan Yang Maha Esa). 

Lalu haruskah kita percaya dengan isi dari kitab Primbon ? 

Tidak. Kita tidak harus mempercayai isi dari kitab tersebut. Namun kita harus pahami Makna dari isi Kitab Primbon itu. Memahami dan mengerti itu berbeda dengan percaya. Jika kamu hanya percaya dan tidak memahami pesan yang ada dalam kitab primbon, Jatuhnya kamu hanya menjadi manusia yang suka berfikir negatif dan hanya bergantung pada isi dari Kitab primbon tersebut. Berbeda jika kita mengerti dan memahami pesan dan makna hidup dari isi kitab ini, Kamu bisa berfikir positif dan lebih tenang dalam menjalani hidup. 

Saya sendiri masih belum 100% memahami isi dari kitab Primbon ini. Tapi saya sudah sedikit menangkap pedoman dan pesan untuk hidup yang lebih baik. Juga ini hanya pendapat dari saya, pengalaman saya dan apa yang saya pelajari. 

Satu hal yang ingin saya tegaskan adalah di era modern seperti ini memang benar kita harus selalu mengikuti perkembangan jaman. Tapi jangan langsung meninggalkan budaya dan peninggalan dari leluhur kita. Kalau kamu mengikuti perkembangan jaman tapi meninggalkan budaya lama, itu sama saja hidupmu berat sebelah. Hidup itu seperti Neraca, Kita harus bisa menyeimbangkannya. 
Budaya lama adalah masa lalu. Masa lalu merupakan pengalaman. Dan pengalaman adalah guru terbaik untuk kita. 
Sekian dan sampai jumpa. :)  

Bebas berkomentar tapi NO live link. Buat kebaikan bersama :)
EmoticonEmoticon