Meron Sukolilo Lestarikan Budaya Indonesia

Pati - Kota dimana saya dilahirkan dan dibesarkan ini memang menyimpan aneka ragam budaya. Baik itu budaya dari seni tari, barongan, ketoprak dan masih banyak lainnya. Namun untuk saat ini perhatian saya tertuju pada sebuah budaya dari daerah yang berada di paling ujung selatan dari kabupaten Pati yaitu Sukolilo. Adakah yang spesial dari Sukolilo? ya, tradisi Meron atau biasa dikenal Sekaten. Mungkin ada sebagian dari kamu yang belum mengerti apa itu Meron. Oke akan saya jelaskan sedikit tentang tradisi ini.

Meron Sukolilo Lestarikan Budaya Indonesia

Meron merupakan tradisi untuk memperingati kelahiran nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan di Sukolilo setiap tahunnya. Acara ini berlangsung dengan arak-arakan nasi tumpeng yang menurut masyarakat setempat disebut Meron. Nah nasi tumpeng tersebut akan dibawa ke masjid Sukolilo sebagai kelengkapan upacara selamatan. Prosesi Meron tersebut diikuti oleh aneka ragam kesenian tradisional setempat. Bahkan ada juga barongsai. Setelah upacara selamatan selesai, nasi Meron kemudian dibagikan kepada seluruh pengunjung dan warga setempat. Acara ini begitu meriah dengan antusias warga setempat dan sekitarnya yang memadati sekitar jalanan di Sukolilo dan juga ikut terhanyut dalam suasanan kemeriahan dari acara tersebut.

Meron Sukolilo Lestarikan Budaya Indonesia

Bagi kamu yang penasaran seperti apa sih tradisi meron itu, bisa langsung datang pada waktu Maulid Nabi di Kecamatan Sukolilo KM 27 arah selatan Pati. Kamu tidak akan menyesal datang di kemeriahan salah satu budaya Indonesia ini. Memang dijaman serba modern seperti sekarang ini, tradisi - tradisi budaya Indonesia seperti sudah dilupakan. Sulit sekali menemukan budaya yang masih dipegang teguh oleh masyarakat di sekitarnya. Sebagai Generasi muda sudah sewajarnya kita menjaga dan melestarikan budaya Indonesia seperti ini. 

"Pati Bumi Mina Tani" 21 tahun saya besar dan berkembang di sana. Banyak pula tradisi dan budaya yang saya pelajari.

 Ayo Kita Lestarikan Budaya Indonesia. Sampai jumpa :)

2 komentar

Wah aku sudah lama tidak pernah nonton festival ini. Dulu tiap 12 an pasti hadir, walau zaman itu mesti jalan kaki hehe, terakhir kali aku hadir di acara meron pas pulang dari rantau, dari rumah naik mobil, tapi di waktu kecil cukup jalan kaki, karena waktu itu tempatku tak jauh dari sukololo,

untungnya setiap tahun festival ini masih di lestarikan mas. Kapan2 bisa lah tengok2 sukolilo lagi :D

Bebas berkomentar tapi NO live link. Buat kebaikan bersama :)
EmoticonEmoticon